HARI ANAK NASIONAL

UNTUKMU ANAK LELAKIKU

Oleh: Nurul Fithrati

Jika waktuku tiba
Jangan hujani langkahku dengan air mata
Jangan kau rapal penyesalan penuh duka
Jangan pula kau takut sepi kan melanda

Jika waktuku tiba
iringi derapku dengan untaian doa
Mohonkan ampunan untukku pada Rabb sang Penguasa qolbu
Terangi rumah baruku dengan amal sholeh yg pernah kuajarkan padamu

Jika waktuku tiba
Jagalah keluarga kecil kita
Jagalah adik dan kakakmu juga ibumu
Genggamlah erat tangan ibu dan saudaramu
ajak mereka melanjutkan perjalanan panjang menuju Surga Allah Ta’ala

Jika waktuku tiba
ku titip keberkahan dan kenyamanan rumah mungil kita
biarkan lantunan alquran terus membahana
tegakkan selalu sholat berjamaah seperti kala ku masih bernyawa
ramaikan rumah ini dengan senyum bahagia para yatim dan dhuafa

Jika waktuku tiba
kuingin kau pun siap juga
untuk kembali berpulang padaNya
Jangan lengah walau sesaat
karena maut datang tanpa isyarat

RINDU

Oleh: Nurul Fithrati

Malam ini ada rindu yang mengintip sendu
Menggelitik lubuk hatiku yang mulai kelabu
Rintik gerimis mulai jatuh disana
basah sudah tiap sudut ruang dalam hatiku

Malam ini suara takbir berkumandang merdu
Seperti saat kanak-kanak dulu
kurajut malam bersama bapak sambil melantunkan takbir dengan khusyu

Malam kian larut
Takbir khidmat berkumandang
aku merapal doa
berharap gugur segala dosa

Malam ini aku jatuh rindu
Rindu pada bapak dan ibu
rindu pada masa kanak- kanak dahulu
Rindu pada suasana riang saat itu

Suara takbir masih berkumandang
Sederet doa masih kupanjatkan
Rinduku belum juga usai
Besok adalah lebaran kesekian tanpamu dalam pelukan

PADAMU

Oleh: Nurul Fithrati

padamu yg tak pernah lelah untuk bertumbuh
kau tertatih berjalan pelan meniti takdir yang Allah titipkan
Walau kadang kau tersaruk jatuh
namun tak pernah sekalipun kau patah

Abaikan mereka yang meragukanmu dalam bertumbuh
meragukan segala perjuanganmu
meragukan usahamu
untuk tetap tegar
Jangan jadikan luka
tetaplah bertumbuh sehebat kau bisa

Padamu yang sering membuatku menangis dan tertawa diwaktu yg sama
hingga ku tak pernah tahu apakah itu duka atau bahagia
yang kutahu kau selalu mencoba membuatku bangga
sekalipun kau terluka namun senyum dan peluk hangatku adalah obatnya

Padamu yang kelak kutinggalkan
kenang aku dalam doa-doamu
kenang aku dalam kasih sayangmu
Jaga aku dengan segala amalmu

Padamu yg selalu ada dalam tiap doaku
berbahagialah kini, esok dan nanti
jadilah hamba yang Allah cintai
semoga kita dapat kembali bertemu di surga Illahi Rabbi.

Leave a Comment