Kehebohan di Taman Hotel

Jakarta (16/10)- Ada yang tidak biasa kali ini di restoran hotel Swissbel Kalibata, Jakarta Selatan, pada Ahad (15/10).  Sambil makan siang, dua komunitas sedang melaksanakan kegiatan masing-masing. Sebuah layar lebar menjadi ajang tontonan komunitas MotoGP yang sedang nonton bareng (nobar). Riuhnya suara balapan motor yang sedang disiarkan langsung dari sirkuit Mandalika, Lombok, beradu dengan denting sendok garpu.
Restoran yang bersisian dengan taman berpepohonan rindang ini, dipenuhi pula oleh komunitas berseragam ungu. Perempuan-perempuan cantik berpenampilan soleha, seakan tidak terganggu dengan keriuhan suasana. Mereka menyebar di segala sisi. Ada yang bersantap di restoran dan ada yang di meja-meja taman. Menu berupa soto betawi, capcay, spaghetti, puding karamel dan yang lainnya, benar-benar memanjakan perut.

Namun kehebohan tersebut bukan hanya disebabkan adanya nobar motoGP, melainkan juga aksi syuting perempuan-perempuan berkerudung ungu tadi, yang sedang membuat aneka konten. Ada yang melakukan adegan berlari berulang kali, ada yang berbaris melakukan gerakan-gerakan lucu. Ada yang tertawa, ada yang serius mengedit.

Syuting mereka lakukan dalam rangka mengerjakan tugas pembuatan video saat pelatihan kehumasan Salimah. Selain materi pembuatan video kreatif yang disampaikan oleh Firtra Ratori, seorang content consultan, mantan reporter TV One, yang pernah bertugas meliput di Palestina, ada pula materi public speaking, yang disampaikan oleh Syifa Faradila, penyiar di radio Dakta FM.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan bersamaaan dengan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Humas Salimah. Diikuti oleh 80 peserta dari Jabodetabek dan Banten, serta 70 orang di ruang Zoom dan kanal YouTube TV Salimah.

Iin Indarwaty, Ketua Departemen Humas Pimpinan Pusat (PP) Salimah, menyampaikan bahwa bulan November kita akan memasuki masa kampanye. Ini akan menjadi hal yang baru untuk kita. Humas akan diberikan arahan bagaimana agar tidak melanggar rambu-rambu untuk pemberitaan.
“Untuk menyokong kemenangan dakwah, humas harus mau banyak belajar, mengupdate diri untuk mengasah skill,” ungkap Iin.
” Dan humas adalah garda terdepan untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.”

Sementara itu, Ir. Etty Praktiknyowaty, selaku ketua umum PP Salimah, menyampaikan bahwa apa pun posisi kita, dimana pun Allaah menempatkan kita, ini merupakan nikmat dari Allaah. “Jangan menjadi beban. Jadilah instiator dan kontributor untuk membesarkan Islam,” pesan Etty.
“Walaupun berita yang ditampilkan tentang tema yang itu-itu saja, tapi akan merupakan suatu kekuatan, karena sudah menunjukkan konsistensi,” imbuhnya.

Berkreasilah tanpa batas dalam kekuatan dan kecepatan. Karena kita ingin sebagai ormas pelopor. Walau seandainya belum ada contoh, dimulai saja. Benarkan dulu gaya mau seperti apa dan pastikan posisi kita.


Saat sesi pelatihan, Syifa yang menyampaikan tema Up Grade Your Public Speacking, mengatakan pentingnya bagi seorang MC untuk datang lebih awal. Agar bisa merasakan aura tempat dan berkoordinasi dengan panitia acara.
“Bersiaplah bila ada perubahan susunan acara. Beradaptasilah dengan ruangan, dan jangan sungkan memeriksa ulang sound sytem, karena akan mempengaruhi kualitas kita bicara. Kalau bisa, mikrofon kita jangan dipakai orang lain,” ajar Syifa.

Mengenai tema Pembuatan Video Kreatif, pemateri yang akrab dipanggil bang Ririt, menjelaskan
bahwa dalam pembuatan sebuah video, audio sangat berpengaruh. Durasi awal 5-7 detik sangat menentukan, untuk orang mau lanjut menonton atau tidak.
“Research membuktikan, di samping audio diperlukan juga teks. Judul juga tak kalah penting. Isi konten bisa diawali dengan tema penyebab suatu masalah, agar menarik. Lalu diakhiri dengan solusi di akhir video,” jelas Ririt.


Di era sekarang, sumber informasi spritual bukan hanya dari pemuka agama. Gunakan banyak sumber.
Konten untuk kaum milenial juga sangat diperlukan kini. Bagaimana membuat pesan dakwah yg menarik dan tidak membosankan. Tidak apa untuk mengikuti gaya mereka terlebih dahulu, lalu tarik pelan-pelan ke arah yang lebih syar’i.

Dengan mengikuti kegiatan ini, kita jadi lebih menyadari, bahwa perjuangan humas sangat serius. Harus siap mental. Percaya diri menjadi ujung tombak dakwah. Karena dakwah adalah kebutuhan kita.

Leave a Comment