Seorang guru memberikan tugas kpd para siswanya utk menuliskan tujuh keajaiban dunia.
Malamnya sang guru memeriksa tugas tsb. Sebagian besar siswa menuliskan : piramida, Taj Mahal, tembok besar China, menara Pisa, kuil Angkor, menara Eiffel, dan candi Borobudur.
Lembar demi lembar memuat hal yg hampir sama. Bbrp perbedaan hanya terdapat pada urutan daftar tsb. Tapi guru terus memeriksa sampai lembaran terakhir.
Dan di lembaran terakhir, sang guru terdiam. Lembar milik seorg gadis kecil pendiam berisikan :
7 keajaiban dunia : bisa melihat, bisa mendengar, bisa menyentuh, bisa disayangi, bisa merasakan, bisa tertawa, dan bisa mencintai.
Setelah duduk terdiam bbrp saat, sang guru menutup lembaran itu, kemudian menundukkan kepalanya seraya berdoa, mengucap syukur utk gadis kecil pendiam di kelasnya, yg telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu tdk perlu mencari sampai ke ujung bumi utk menemukan keajaiban.
Keajaiban itu ada di sekeliling kita, utk kita miliki dan tak lupa utk kita syukuri.
Apa yg kita cari dlm hidup ini?
Kita hidup di desa, kita merindukan kota. Kita hidup di kota, merindukan desa.
Kalau kemarau, kita bertanya kapan hujan. Di musim hujan kita bertanya kapan kemarau.
Diam di rumah, inginnya pergi. Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah. Waktu tenang, cari keramaian. Waktu ramai, cari ketenangan.
Dulu ketika masih sendiri, mengeluh ingin nikah. Setelah berkeluarga, mengeluh blm pny anak. Setelah pny anak, mengeluh betapa beratnya biaya hidup dan pendidikan.
Ternyata, SESEUATU TAMPAK INDAH KARENA BELUM KITA MILIKI.
Kapankah kebahagiaan dpt kita dapatkah, kalau kita selalu mengharapkan apa yg belum ada. Tapi mengabaikan apa yg sudah kita miliki. Jadilah pribadi yg selalu bersyukur dgn rahmat yg sudah kita miliki.
Mungkinkah selembar daun yg kecil dpt menutupi bumi seluas ini? Menutupi telapak tangan saja sulit. Tapi kalau daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi dgn daun. Begitulah hati, bila pikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan di mana-mana. Bumi ini pun akan tampak buruk. Jgn menutup hati kita dgn pikiran buruk walau hny seujung kuku.
Syukurilah apa yg sdh kita miliki, sbg modal utk memuliakanNya. Krn hidup adalah waktu yg dipinjamkan, dan harta adalah berkah yg dipercayakan. Dan semua itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Jadi, bersyukurlah atas nafas yg masih kita miliki, bersyukurlah atas keluarga yg kita miliki, bersyukurlah atas pekerjaan dan kegiatan yg kita miliki. Bersyukur dan selalu bersyukur di dlm segala hal.