JANGAN MENCELA

Jangan Mencela Kejelekan & Dosa Saudaramu, Nanti Kau Juga Akan Melakukannya

Abu Musa Al Asy’ari berkata :
Jika aku melihat seorang pria menyusui domba di jalan, lalu aku mencela & mengejek perbuatannya, maka aku khawatir tidak akan mati sampai aku juga akan melakukannya (menyusuinya).

Ibrahim An Nakha’i berkata :

Aku melihat sesuatu yang aku tidak suka, tidak ada yang menahanku untuk berkomentar dan membicarakannya kecuali karena aku khawatir aku akan melakukan hal yang sama dikemudian hari

Hasan al Bashri berkata :

Para sahabat dan tabi’in memiliki konsep, barang siapa yang mencela dan menjelekkan saudaranya, karena dosa-dosanya, sedangkan saudaranya itu sudah bertaubat kepada Allāh, maka si pencela tidak akan meninggal dunia kecuali dia akan mengalami dosa saudaranya tersebut


Ibnul Qayyim juga menjelaskan :.

ﻭَﻛُﻞُّ ﻣَﻌْﺼِﻴَﺔٍ ﻋُﻴِّﺮَﺕْ ﺑِﻬَﺎ ﺃَﺧَﺎﻙَ ﻓَﻬِﻲَ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻳَﺤْﺘَﻤِﻞُ ﺃَﻥْ ﻳُﺮِﻳْﺪَ ﺑِﻪِ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺻَﺎﺋِﺮَﺓٌ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻭَﻻَ ﺑُﺪَّ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﻤَﻠَﻬَﺎ

“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.”

Pelajaran yang dapat diambil :

  1. Bila melihat maksiat, dosa, keburukan, perbuatan dan prilaku tercela yang dilakukan saudara kita, jangan pernah mencela dan menjelekkan perbuatannya tsb, tapi doakanlah dia semoga Allah beri petunjuk.
  2. Mencela dan menjelek-jelekkan perbuatan maksiat yang dilakukan orang lain, berarti merasa diri bersih dan suci, tidak pernah berbuat dosa, merasa sombong terhadap orang lain. Tentu ini merugikan diri sendiri. Orang yang berbuat maksiat, kita juga kebagian dosa.
    Sebagaimana perkataan Ibnu Qoiyim :
    ﺃﻥ ﺗﻌﻴﻴﺮﻙ ﻷﺧﻴﻚ ﺑﺬﻧﺒﻪ ﺃﻋﻈﻢ ﺇﺛﻤﺎ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ ﻭﺃﺷﺪ ﻣﻦ ﻣﻌﺼﻴﺘﻪ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺻﻮﻟﺔ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ ﻭﺗﺰﻛﻴﺔ ﺍﻟﻨﻔﺲ

“Engkau mencela saudaramu yang melakukan dosa, ini lebih besar dosanya daripada dosa dan maksiat yang dilakukan saudaramu karena menghilangkan ketaatan dan merasa diri suci.

nasehatdiri

tazkiyatunnafs

jagalisanjagahati

Leave a Comment