SEDEKAH JANGAN PERHITUNGAN

Maksudnya gimana? Kan kita tetap harus mengatur keuangan? Apalagi bagi ibu rumah tangga yang sudah mempos-poskan kebutuhannya untuk dapur, listrik, biaya anak sekolah, dan lain-lain.

Tentu harus diperhitungkan juga sedekah yang akan kita keluarkan dong?

Ya betul, sedekah harus proporsional. Kebutuhan yang wajib harus ditunaikan terlebih dahulu. Termasuk jika punya utang harus dilunasi segera. Itu jadi prioritas.

Sisanya bisa kita alokasikan untuk bersedekah. Tapi sedekah juga jangan terlalu pelit. Inilah yang dimaksud dengan perhitungan dalam bersedekah.

Misal, mau sedekah saat di dalam masjid sedang di kantong baju ada uang pecahan sebanyak 50 ribu, tapi masih mikir-mikir, “ah sayang nanti buat beli bensin”, “ah segini aja soalnya buat beli cemilan”, dan berbagai alasan lain yang sebenarnya pengeluaran tersebut bukan menjadi kebutuhan kita atau belum tentu akan kita keluarkan.

Alasan itu baru tercetus saat kita mau bersedekah. Inilah kategori orang yang perhitungan dan pelit dalam bersedekah.

Ada sebuah hadits dari Asma’ bahwa Rasulullah saw bersabda,
“Bersedekahlah kamu dan janganlah berhitung, karena Allah akan berhitung pula pemberian-Nya kepadamu. Dan janganlah kikir, karena Allah akan kikir pula kepadamu” (HR. Muslim)

Semoga kita terhindar dari hati yang bakhil, harta yang sia-sia, dan jiwa yang selalu khawatir dan tidak pernah puas.

Leave a Comment