🔥 “Rakyat Palestina di Gaza menyatakan berdiri bersama Pejuang yang bertempur demi Al-Aqsha, walau sangat mahal harga pengorbanan yang harus dibayar berupa darah & air mata.
Lalu, siapa yang masih akan tinggal diam?
Saatnya menyatakan sikap kita berdiri bersama rakyat Palestina hingga Al-Aqsa terbebas.
Hadir dan nyatakan dalam:
🔥 AKSI BELA AQSA
Bersama kita kirimkan pesan solidaritas ke Palestina dan dunia untuk menambah energi Perjuangan mereka ❤🔥
Salimah mendukung kemerdekaan Palestina. Allaahuakbar!!!
Jakarta (16/10)- Ada yang tidak biasa kali ini di restoran hotel Swissbel Kalibata, Jakarta Selatan, pada Ahad (15/10). Sambil makan siang, dua komunitas sedang melaksanakan kegiatan masing-masing. Sebuah layar lebar menjadi ajang tontonan komunitas MotoGP yang sedang nonton bareng (nobar). Riuhnya suara balapan motor yang sedang disiarkan langsung dari sirkuit Mandalika, Lombok, beradu dengan denting sendok garpu. Restoran yang bersisian dengan taman berpepohonan rindang ini, dipenuhi pula oleh komunitas berseragam ungu. Perempuan-perempuan cantik berpenampilan soleha, seakan tidak terganggu dengan keriuhan suasana. Mereka menyebar di segala sisi. Ada yang bersantap di restoran dan ada yang di meja-meja taman. Menu berupa soto betawi, capcay, spaghetti, puding karamel dan yang lainnya, benar-benar memanjakan perut.
Namun kehebohan tersebut bukan hanya disebabkan adanya nobar motoGP, melainkan juga aksi syuting perempuan-perempuan berkerudung ungu tadi, yang sedang membuat aneka konten. Ada yang melakukan adegan berlari berulang kali, ada yang berbaris melakukan gerakan-gerakan lucu. Ada yang tertawa, ada yang serius mengedit.
Syuting mereka lakukan dalam rangka mengerjakan tugas pembuatan video saat pelatihan kehumasan Salimah. Selain materi pembuatan video kreatif yang disampaikan oleh Firtra Ratori, seorang content consultan, mantan reporter TV One, yang pernah bertugas meliput di Palestina, ada pula materi public speaking, yang disampaikan oleh Syifa Faradila, penyiar di radio Dakta FM.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan bersamaaan dengan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Humas Salimah. Diikuti oleh 80 peserta dari Jabodetabek dan Banten, serta 70 orang di ruang Zoom dan kanal YouTube TV Salimah.
Iin Indarwaty, Ketua Departemen Humas Pimpinan Pusat (PP) Salimah, menyampaikan bahwa bulan November kita akan memasuki masa kampanye. Ini akan menjadi hal yang baru untuk kita. Humas akan diberikan arahan bagaimana agar tidak melanggar rambu-rambu untuk pemberitaan. “Untuk menyokong kemenangan dakwah, humas harus mau banyak belajar, mengupdate diri untuk mengasah skill,” ungkap Iin. ” Dan humas adalah garda terdepan untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.”
Sementara itu, Ir. Etty Praktiknyowaty, selaku ketua umum PP Salimah, menyampaikan bahwa apa pun posisi kita, dimana pun Allaah menempatkan kita, ini merupakan nikmat dari Allaah. “Jangan menjadi beban. Jadilah instiator dan kontributor untuk membesarkan Islam,” pesan Etty. “Walaupun berita yang ditampilkan tentang tema yang itu-itu saja, tapi akan merupakan suatu kekuatan, karena sudah menunjukkan konsistensi,” imbuhnya.
Berkreasilah tanpa batas dalam kekuatan dan kecepatan. Karena kita ingin sebagai ormas pelopor. Walau seandainya belum ada contoh, dimulai saja. Benarkan dulu gaya mau seperti apa dan pastikan posisi kita.
Saat sesi pelatihan, Syifa yang menyampaikan tema Up Grade Your Public Speacking, mengatakan pentingnya bagi seorang MC untuk datang lebih awal. Agar bisa merasakan aura tempat dan berkoordinasi dengan panitia acara. “Bersiaplah bila ada perubahan susunan acara. Beradaptasilah dengan ruangan, dan jangan sungkan memeriksa ulang sound sytem, karena akan mempengaruhi kualitas kita bicara. Kalau bisa, mikrofon kita jangan dipakai orang lain,” ajar Syifa.
Mengenai tema Pembuatan Video Kreatif, pemateri yang akrab dipanggil bang Ririt, menjelaskan bahwa dalam pembuatan sebuah video, audio sangat berpengaruh. Durasi awal 5-7 detik sangat menentukan, untuk orang mau lanjut menonton atau tidak. “Research membuktikan, di samping audio diperlukan juga teks. Judul juga tak kalah penting. Isi konten bisa diawali dengan tema penyebab suatu masalah, agar menarik. Lalu diakhiri dengan solusi di akhir video,” jelas Ririt.
Di era sekarang, sumber informasi spritual bukan hanya dari pemuka agama. Gunakan banyak sumber. Konten untuk kaum milenial juga sangat diperlukan kini. Bagaimana membuat pesan dakwah yg menarik dan tidak membosankan. Tidak apa untuk mengikuti gaya mereka terlebih dahulu, lalu tarik pelan-pelan ke arah yang lebih syar’i.
Dengan mengikuti kegiatan ini, kita jadi lebih menyadari, bahwa perjuangan humas sangat serius. Harus siap mental. Percaya diri menjadi ujung tombak dakwah. Karena dakwah adalah kebutuhan kita.
Jakarta(11/10)- Selasa kemarin (10/11), pengurus Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) DKI Jakarta mendapat pengalaman baru lagi. Kali ini melaksanakan audiensi ke Wakil Ketua MPR RI, bapak Dr.H.M.Hidayat Nur Wahid, M.A.
Sebelum pertemuan, kami dimintai nama lengkap sesuai KTP dan nomor polisi mobil. Prosedur yang ketat makin terasa ketika memasuki gerbang kawasan gedung MPR/DPR RI Senayan. Sejumlah petugas memeriksa mobil hingga bagasi. Biasanya disertai anjing pelacak juga, namun kali ini si anjing kami lihat sedang diikat di sebatang pohon.
Seorang petugas menjemput kami di lobby gedung. Melewati pintu x-ray, difoto, lalu naik lift ke lantai sembilan. Di lobby atas ini kami berpapasan lagi dengan sejumlah petugas keamanan. Mengisi formulir kehadiran yang mana nama kami sudah diketik. Lalu diantar ke ruang tunggu.
Tak lama kami diantar ke ruang kantor wakil ketua MPR. Bapak Nur Wahid menyambut kami dengan hangat. Beberapa ajudan dan petugas mengiringi pertemuan ini. Lampu blitz kamera berulangkali memancar ke wajah-wajah kami hingga sekian lama.
Di tengah obrolan, datang masuk lagi beberapa lelaki. Kali ini petugas konsumsi. Masing-masing kami dihidangi secangkir teh manis dan tiga potong kue di piring kecil.
Banyak hal dibahas. Kami menyampaikan kondisi Salimah saat ini. Bapak Nur Wahid juga memberikan banyak wejangan. Beliau menceritakan tentang kondisi politik saat ini dan harapan ke depannya nanti. Bahwa Salimah harus berkolaborasi dengan ormas muslimah lainnya. Kita mesti membuktikan bahwa umat bisa bersama-sama saling memajukan.
Salimah harus menyadarkan masyarakat tentang pentingnya peranan mereka dalam memilih pemimpin. Kondisi umat berbeda-beda. Ada yang menunggu diajak, ada yg mengira sudah tidak dibutuhkan karena jarang diajak, bahkan masih ada yang menganggap pemilu dan demokrasi itu bid’ah. Karena itu, pandai-pandailah mengajak, karena tiap komunitas berbeda reaksinya.
Kemenangan bisa datang dari mana saja. Yang penting kita harus menjaga citra organisasi yang baik dan memiliki _traderecord_yang bagus.
Banyak lagi hal lain yang beliau sampaikan. Sejarah, peraturan, strategi, pemilih milenial, IKN baru, hingga hal yang sedang viral di media sosial.
Sungguh senang rasanya menjalani audiensi ini. Banyak hal baru yang kini kami lebih mengerti dan menghasilkan ide-ide berikutnya untuk kegiatan Salimah. Barakallahu.
Jakarta (11/10)- Literasi keuangan adalah investasi jangka panjang untuk mengelola dan menjaga kestabilan kondisi keuangan. Kaum perempuan diharapkan dapat memilih strategi dan keputusan keuangan yang tepat serta bertanggung jawab pada keputusan keuangan yang diambil. Sehingga kondisi keuangan tetap terjaga dan dapat terhindar dari kejahatan finansial.
Masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana mengoptimalkan uang untuk kegiatan yang produktif dan belum memahami dengan baik berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal dan lebih tertarik pada tawaran-tawaran investasi lain yang berpotensi merugikan mereka.
Dengan pemahaman literasi keuangan yang tepat, peran ibu sebagai menteri keuangan rumah tangga dapat ditingkatkan. Ia dapat menentukan tujuan keuangan keluarga, melakukan pencatatan keuangan yang benar, membuat pos keuangan, memilih produk keuangan, dan bijak dalam berhutang dan berinvestasi.
Hal ini disampaikan oleh para narasumber dari berbagai lembaga keuangan dalam kegiatan seminar SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) yang diikuti oleh para pengurus Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) DKI Jakarta pada Selasa (10/10), di Hotel Vertu Harmony, Gambir, Jakarta Pusat.
Acara yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini, diikuti oleh sekitar seribu peserta dari berbagai ormas muslimah, majelis taklim, penggiat dakwah, komunitas defabelitas, dan yayasan muallaf Indonesia seJabodetabek.
Pada kesempatan tersebut dijelaskan pula tentang karakteristik investasi ilegal, bahaya pinjaman _online_ilegal, perlindungan data pribadi dan praktik pengelolaan keuangan sederhana.
Kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Tapi berlanjut dengan diskusi dan pelatihan dalam WAG. Diharapkan gap yang tinggi antara pemahaman literasi keuangan konvensional dan syariah semakin berkurang. Dan para peserta makin bijak dan bisa memberikan pencerahan tentang hal tersebut bagi keluarga dan masyarakat.
Jakarta(11/9)- Lelahnya diri ini tak menyurutkan langkah menuju Uno Cafe di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, demi mengikuti rapat Pleno yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) DKI Jakarta, pada Sabtu(9/9).
Naik menuju lantai dua, sebuah ruangan cantik bernuansa putih dan coklat menyambut para peserta rapat. Beberapa meja kecil disatukan agar mempermudah pengurus departemen berkumpul. Pelayan kafe tampak sibuk bolak balik mengantar pesanan makanan, karena acara memang diadakan mendekati jam makan siang. Beberapa pengurus mengaku mengikuti agenda lain di pagi hari. Walau sedikit lelah, tapi tetap semangat mengikuti rapat Pleno.
Saat menyampaikan laporan, para ketua departemen mengungkapkan tentang kondisi internal departemen masing-masing, program yang sudah terlaksana, kendala, dan rencana kegiatan terdekat. Perlunya kesolidan pengurus, jadwal safari dan pelatihan, hingga aturan dana transportasi, adalah wacana yang akan dilaksanakan ke depannya nanti.
Ketua PW Salimah, dr. Yulia Andani Murti, menyampaikan bahwa saat ini kondisi bangsa sedang mengalami banyak krisis, seperti krisis kepemimpinan, ekonomi, dan moral. Ini bisa mengganggu institusi keluarga.
Menurut Yulia, kita semua seolah berada dalam suatu kekalahan. Bukan karena sedikitnya jumlah, minimnya dana dan sarana, bahkan bukan karena kuatnya jumlah dan strategi musuh. Namun kekalahan kita disebabkan karena lemahnya hubungan kita dengan Allah SWT. Kita merasa cukup dengan ibadah sekedarnya. Masih disibukkan urusan duniawi yang dirasa tiada cukupnya. Padahal tidak semua sesuatu yang tinggi bisa diraih dengan berjinjit. Bisa jadi lebih mudah diraih dengan bersujud.
“Kebersamaan dalam iman tidak selalu indah. Akan selalu ada konflik. Mari bersungguh-sungguh bekerja di organisasi ini. Lelah? Sudah pasti. Lelah bersama Salimah insyaAllah akan membawa kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang berbuat kebaikan. Bekerja aja dulu, tapi bukan asal bekerja. Pastikan apa yang kita lakukan, bermakna kebaikan di hadapan Allah SWT,” pungkasnya.
Oleh: Ustadzah Aan Rohanah (Ketua Dewan Pertimbangan Salimah Pusat)
Dakwah tidak boleh lemah apalagi hilang. Ia terus dilaksanakan, baik atas nama pribadi atau organisasi.
Dakwah mengacu pada hadits Rasulullah “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).
Dakwah tidak bisa dilakukan sendiri. Sebab, ia bukan hanya untuk keluarga, namun untuk seluruh alam.
Cara menyampaikan dakwah dituntun oleh Allah dalam Al Qur’an surat An Nahl ayat 125 yang artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan Mauidzatun Hasanah (pengajaran yang baik), dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
Dakwah dengan hikmah dan pengajaran yang baik dicontohkan oleh Rasulullah sepanjang hidup beliau di Makkah dan Madinah.
Rasulullah mewariskan Islam untuk ditegakkan sehingga terasa nikmat. Meskipun dimulai dari penolakan, namun pada akhirnya dakwah Islam mampu menguasai Romawi dan Persia. Karena itu, teruslah berdakwah.
Tujuan dakwah adalah untuk menegakkan kalimat Allah. Dan mudah bagi Allah untuk menggantikan orang-orang yang tidak beriman menjadi beriman.
Salah satu amanah berdakwah adalah agar kita menjadi umat terbaik. Menjadi umat terbaik dilakukan secara berjamaah, dengan memperjuangkan visi dakwah. Semangat membawa Salimah menjadi ormas 3 besar disebarkan secara nasional, tidak hanya di pusat.
Ada dua syarat menjadi umat yang terbaik: 1. Dakwah 2. Istiqomah
Profesi terbaik adalah menjadi seorang da’i. Menjadi da’i di Salimah berarti melakukan dakwah, menjaga motivasi dan kesiapan berdakwah, serta meniatkan untuk kepentingan dakwah selama di Salimah.
Aktivitas dakwah menjadi amal terbaik. Dakwah harus disertai keteladanan, bukan retorika dan ilmu semata. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (QS. Fussilat 41: Ayat 33)
Tidak ada aktifitas yang paling baik, kecuali berdakwah dan beramal sholeh. Ada kejelasan keteladanan, baik dakwah maupun komitmen.
Dakwah yang mengedepankan keteladanan lebih sukses. Keteladanan tanpa kata-kata pun sudah bisa mempengaruhi.
Untuk menjadi ormas terdepan, Salimah jangan hanya mengandalkan dana, tetapi mengandalkan pertolongan Allah. Bersandar padaNya, bukan hanya proposal.
Dakwah yang sudah berlanjut akan diiringi dengan kedamaian, ketenangan, dan ketentraman. Dakwah ilaa as salam membawa orang dalam ketenangan, bukan emosi.
Dakwah juga tidak terburu-buru. Ia berproses sehingga orang merasa nyaman, tentram, dan percaya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: وَا للّٰهُ يَدْعُوْۤا اِلٰى دَا رِ السَّلٰمِ ۗ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam).” (QS. Yunus 10: Ayat 25)
Allah mengajak ke tempat kedamaian.
Berdakwah adalah dalam rangka melanjutkan visi dan misi Nabi SAW. Visinya bersifat sepanjang masa selama masih ada kehidupan. Dakwah beliau bertujuan untuk rahmatan lil ‘alamin.
Karena itu, para da’i bertugas meneruskan cita-cita sehingga dakwah berlanjut. Ada pewarisan dakwah supaya visi misi berlanjut. Dalam QS Annahl ayat 36 Allah menjelaskan visi manusia, yaitu beribadah pada Allah dan menjauhi thaghut.
Dengan dakwah kita diakui menjadi umat selanjutnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf 12: Ayat 108)
Semakin baik iman kita, maka dakwah semakin baik. Umat yang berjuang untuk kepentingan dakwah melakukan dengan bashiroh (ilmu), cahaya akal, dan mengikuti nabi SAW. Sifat ini ada pada sahabat, tabiin, dst.
Semakin luas dan besar dakwah, semakin terasa kebaikan nilai Islam. Dan semakin banyak Islam diterima, semakin harus dipersiapkan.
Bashiroh dilakukan dalam tiga kondisi:
1. Sebelum berdakwah, kenali lingkungan, fikroh, mazhab, mana yang baik dan buruk di masyarakat. Sehingga pada saat masuk, sudah bisa dipetakan. Selain itu, miliki tafaquh fiddin
2. Kelembutan dalam berdakwah Bagaimana agar lembut? * berikan dengan kasih sayang * jangan ada sikap kasar * maafkan * banyak istighfar untuk mereka * ikhlaskan * jaga sholat malam * dialog dan komunikasi * terus berdoa pada Allah, sebut namanya satu-satu * tawakal
3. Sabar setelah berdakwah Anak yang belajar disiplin sholat tidak cukup 5 tahun, namun diproses sejak kecil. Apalagi kita mengajak orang. Sabar harus dipertahankan.
Kebaikan yang diraih adalah mendapat pahala yang besar dan merupakan salah satu sedekah jariyah. Jika suatu saat kita tidak bergerak, pahala dalwah terus mengalir.
Allah juga memuliakan pada da’i dengan beristigfarnya seluruh penduduk langit dan bumi.
Dakwah merupakan proses belajar seumur hidup tanpa gelar akhir. Akarnya berada di dalam bumi, cabang dan setiap daunnya sampai ke langit.
Dengan dakwah, dunia akan mengejar kita. Ini merupakan jaminan Allah, yaitu balasan yang bagus.
Perjalanan dakwah tidaklah mulus. Bisakah kita bertahan? Bagaimana cara bertahan?
1. Selalu mendekat dan cemburu pada Allah.
Para Nabi selalu berdekat-dekat dengan Allah. Jika kita mendekat kepada Allah, Ia lebih mendekat kepada kita. Berdekatan dengan Allah akan membawa kemudahan bagi dakwah kita. Allah akan memudahkan kita mengeluarkan kata-kata yang berbobot.
Mendekat kepada Allah dimulai dengan salat tahajud.
2. Bergantung hanya pada Allah.
Allah adalah Arrazaq, maha pemberi rezki tanpa batas. Tanamkan kepercayaan bahwa selalu ada hikmah yang besar di balik setiap peristiwa.
3. Berilmu tentang sunatullah.
Orang baik ada ujian. Orang yang lebih baik juga ada ujiannya. Ini adalah sunah kauniyah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: اَحَسِبَ النَّا سُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 2)
Selama kita siap mental, Allah akan siapkan kita.
4. Yakin bahwa masa depan untuk islam dan umatnya. Membawa sukses umat dilakukan dengan dakwah.
5. Memantapkan iman sesama mukmin dengan berbagai macam cara, seperti saling tausiyah, mendoakan, menolong, dan memotivasi.
6. Menyiapkan waktu untuk belajar ilmu agama.
7. Bersabar tanpa henti.
8. Menjaga komitmen berjamaah sesama muslimin dan pemimpin.
9. Menyibukkan diri dan mengisi waktu dengan ibadah-ibadah yang semakin mengokohkan kesalihan.
Jakarta (3/9) – Standar Operasional Prosedur atau Tata Cara Kerja Baku yang dapat disingkat sebagai SOP, adalah suatu alur/cara kerja yang sudah ter-standardisasi. SOP ini memiliki kekuatan sebagai suatu petunjuk. Hal ini mencakup hal-hal dari kegiatan yang memiliki suatu prosedur tertulis yang pasti.
Terkait hal tersebut, pengurus dari departemen dakwah PW (Pimpinan Wilayah), Pimpinan Daerah (PD), dan Pimpinan Cabang (PC) Persaudaraan Muslimah (Salimah) DKI Jakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Panduan dan SOP Departemen Dakwah Salimah dan Training For Trainee (TFT) Kepalestinaan yang diadakan oleh departemen Dakwah Pimpinan Pusat (PP) Salimah.
Acara yang diadakan di SMIT Darul Qur’an, Gunung Sindur, Bogor, pada Ahad (3/9), diikuti oleh utusan dari provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan Jawa Barat.
Dalam kata sambutannya, Ir. Etty Pratiknyowati, selaku ketua umum Salimah, menyampaikan tentang keberadaan SOP di organisasi sebagai pedoman kerja yang harus ditaati semua pihak. SOP berguna untuk menjelaskan bagi pengurus yang bergabung dalam sebuah organisasi, untuk mengetahui apa saja tugas dan tanggung jawabnya, serta alur pelaporan kinerja yang ia lakukan.
“Kita juga jangan putus dalam doa dan bantuan kita terhadap Palestina . Ini bisa untuk menjaga keistiqomahan kita. Akan banyak keberkahan bila kita peduli terhadap kondisi Palestina,” ujar Etty.
Dr. Hj. Aan Rohana dari Dewan Pertimbangan Salimah Pusat (DPSP) mengatakan dalam motivasinya, bahwa dakwah itu harus sabar, indah, berproses, bisa menahan diri, dan penuh kasih sayang.
“Buat nyaman semua jemaah, demikian juga pengurus yang aktif, karena kita semua adalah penerus dakwah nabi,”pesannya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan tentang SOP dari para pengurus departemen dakwah Salimah pusat. Mulai dari SOP Baitul Qur’an Salimah (BQS), Forum Silaturahmi Majelis Taklim (Forsil MT), dan Pembinaan dan Pemberdayaan Anak Yatim (P2AY).
Di akhir acara, para peserta bersimbah air mata menyaksikan pemaparan tentang kondisi Palestina. Penggalangan dana untuk Palestina berhasil terkumpul sekitar sembilan belas juta rupiah dan sejumlah perhiasan logam mulia.
Barakallah tim dakwah. Semoga makin solid menjalankan amanah.
Jakarta (30/8) – Dari sekian banyak jenis rapat yang harus dilaksanakan dalam suatu organisasi, rapat pleno adalah salah satunya. Rapat pleno merupakan kegiatan rutin bulanan sebagai wujud nyata koordinasi, pengarahan, pembinaan, perencanaan, monitoring serta evaluasi atas segala program dan kegiatan yang telah direncanakan bersama.
Untuk itu, Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) DKI Jakarta berniat akan melaksanakan rapat pleno pada tanggal 9 September 2023.
Dede Sri Wiyanti dari Kesekretariatan, mengungkapkan hal tersebut saat rapat Dewan Pimpinan Harian (DPH) pada Selasa (29/8/23).
“Insya Allah rapat pleno yang kesekian kali ini akan kita adakan di Innovation Center, Cilandak. Sekretaris bersama beberapa pengurus lainnya sedang mempersiapkan segala keperluan terkait kegiatan ini,” ujar Dede.
Ketua PW Salimah DKI Jakarta, dr. Yulia Andani Murti, mengingatkan agar para ketua departemen mendorong anggotanya untuk bisa hadir di rapat pleno. Mengingat pentingnya kegiatan ini untuk kelancaran jalannya roda organisasi yang lebih baik.
Yulia juga meminta agar Humas memberikan pelatihan singkat tentang cara pembuatan video agar seluruh pengurus berpartisipasi membuat konten untuk media sosial Salimah.
Jakarta (20/8) – Sebuah bendera merah putih raksasa menutupi dinding kaca aula mesjid Asy Syukur, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di sisi lain, kain lebar berwarna ungu terbentang. Ornamen bunga merah dan daun hijau menjulur menambah meriah dekorasi ruangan. Ada apakah gerangan?
Kiranya di hari Minggu (20/8/2023), sedang berlangsung peringatan Hari Kemerdekaan ke 78 RI, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Salimah DKI Jakarta bekerjasama dengan Pimpinan Daerah (PD) Salimah Jakarta Barat.
Pemaparan materi berjudul Nutrisi Sehat untuk Remaja, disampaikan oleh Ketua PW Salimah DKI Jakarta, dr.Yulia Andani Murti.
“Sangat penting bagi remaja untuk memahami konsep nutrisi seimbang dan memperhatikan asupan makanan, agar dapat meningkatkan energi, daya tahan tubuh, dan konsentrasi,” ungkap Yulia.
Remaja seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan dalam memilih makanan yang sehat dan nutrisi seimbang. Remaja perlu meningkatkan pengetahuan, belajar membuat pilihan yang bijak. Menghindari makanan tinggi gula dan lemak, perbanyak serat dan air putih akan membantu remaja terhindar dari obesitas dan diabetes.
Pada kesempatan tersebut, hadir pula Dra. Wirianingsih, M,Si, dari Dewan Pertimbangan Salimah Pusat (DPSP). Beliau mengisi materi bertemakan kebangsaan. “Kita semangat menjalani agama karena ada jaminan di undang-undang negara. Itulah makna kemerdekaan yang sebenarnya,” kata ibu yang akrab disapa Wiwik ini.
Peringatan hari kemerdekaan tak lengkap rasanya bila tanpa perlombaan. Lomba tumpeng, fashion show, permainan dar der dor, dan mewarnai, menambah semarak suasana ketika nama pemenangnya diumumkan.
Bagi-bagi hadiah berupa aneka peralatan hidangan berwarna ungu, buku, hingga baju gamis, menambah gelak tawa hadirin yang gembira luar biasa.
Kebahagiaan juga dirasakan 40 orang anak yatim yang mendapatkan santunan dan makanan bergizi. Sesuai dengan program Gerakan Penanggulangan Stunting pada Anak Seluruh Indonesia.
Terimakasih kepada semua donatur, pengurus dan peserta yang telah hadir. Semoga semangat kemerdekaan akan menambah cinta kita pada negeri dan tetap semangat berkarya,” ujar Anis Ratna Suminar, S.Pd, selaku ketua Pimpinan Daerah Salimah Jakarta Barat.
Jakarta (19/8) – Sesungguhnya merawat kesehatan kulit wajah itu adalah investasi. Di mana saat usia tua nanti, kita akan panen hasilnya. Demikian yang diungkapkan oleh dr. Yulia Andani Murti, M.K.K.K, selaku narasumber dalam acara peringatan hari kemerdekaan ke 78 RI yang diselenggarakan oleh PC Salimah Pancoran bekerjasama dengan GIAN (Generasi Indonesia Pilihan).
dr. Yulia Andani Murti, M.K.K.K
Salah satu cara merawat wajah adalah dengan pemakaian skincare. ” Skincare adalah pemberian nutrisi kepada kulit. Seperti tubuh kita butuh nutrisi dari makanan. Skincare dibutuhkan sejak bayi, minimal minyak telon,” ujar Yulia, yang juga ketua PW Salimah DKI Jakarta.
Skincare memiliki fungsi sebagai berikut : membersihkan, merawat, melindungi, melembabkan, dan mengobati.
Acara yang dikemas dalam Beauty Talk GLOWING LAHIR BATIN ALA MUSLIMAH tersebut, juga diisi dengan praktik totok wajah dasar dan demo make up ala MUA.
Demo make up
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 Agustus 2023, bertempat di mesjid An Nur Perdatam, Jakarta Selatan, juga dimeriahkan dengan bazar, pembagian voucher perawatan kecantikan, dan semua peserta remaja putri yang hadir akan mendapatkan e certificate.
Foto bersama seusai acara
Kemeriahan sudah terasa sejak pagi dengan hadirnya sejumlah jemaah dan tamu undangan. Hal ini disebabkan karena adanya tausyiah dari ustad Koh Dennis Lim yang membawakan tema My Hijrah My Freedom.